Wednesday, January 13, 2016

KOMITMEN



"Suatu ideologi yang kuat dalam sebuah persepsi untuk diri."

Bersama dengan ini saya ingin menyampaikan sesuatu yang berhubung dengan kelanjutan artikel artikel berikutnya,sudah saat nya belajar sebuah komitmen kecil untuk kelangsungan dan kelestarian blog ini.

Saya mewakili penulis ingin sekali menyampaikan berita duka yang bahwa,jika bisa tidak akan menulis artikel dengan tema 'ASMARA'. Hal ini dikarenakan tema ini hanya mengeksplorasi sisi kegundahan kita terhadap seseorang yang sebenarnya membuat kita pusing,dan tak karuan jadinya,,

Kegalauan adalah salah satu perasaan yang meng adiksi kita untuk terus berlama lama merasakan 11L, (Lemah,Letih,Lesu,Lelah,Loyo,Letoy,Lunglai,Lola,Lupa,aLay,Lontong,). Penelitian ini sudah di lakukan kepada beberapa remaja setengah putra dan setengah putri,,hasil observasi selama bertahun tahun ternyata membuahkan hasil yang mengejutkan,bahwa,

'Mereka (remaja) yang mengkonsumsi galau secara berlebih berpotensi menjadi tidak karuan dan menghambat konsentrasi dalam berprestasi, dalam jangka pendek mereka akan menularkan kegalauan mereka kepada teman sekitar,dan dalam jangka panjang,mereka akan lebih senang mengumbar masalah masalah pribadi mereka kepada khalayak TANPA FILTER,dan yang paling buruk dan fatal adalah,mereka akan mendapati diri mereka dalam keadaan basah karna shower kamar mandi." -Dari lembaga Observatorium setempat.

Mengambil contoh kasus kecil,kejadian serupa juga dialami orang berinisial "J" yang dulu hampir mengkonsumsi Galau secara berlebih,kesaksian ini dia ungkapkan lewat sebuah blog yang dia buat sendiri dan dia kunjungi sendiri,mari kita dengar apa kesaksiannya.

Penanya (saya) : "selamat malam mas"
Narasumber (J) : "iya selamat malam,ada apa ya?"
Penanya (saya) : "kita ada wawancara mas,apa anda gila? sorry maksud saya apa anda lupa?"
Narasumber (J) : "Owh,,iya iya,,silakan silakan,,mumpung masih anget,dan maaf saya 
bukan 
                            gorila."
Penanya (saya) : "Oke,kita mulai,pertama boleh kami tahu apakah anda dulu hampir 
                            merasakannya ‘Galau’?
Narasumber (J) : "(gue kira ada apaan,,) iya dulu hampir."
Penanya (saya) : "Jika berkenan diberitahu,itu kapan ya mas J?"
Narasumber (J) : "sebentar,gak mau tempe aja? maaf,,belum ada tahu ini,,"
Penanya (saya) : "ada pisang goreng aja?"
. . .
Narasumber (J) : "Kapan ya saya agak lupa,,soalnya dulu,,mungkin dua hari yang lalu."
Penanya (saya) : "kira kira apa yang membuat anda tertarik dengan hal tersebut dan
                           memberanikan diri untuk hal semacam itu?"
Narasumber (J) : "Bisa dibilang itu adalah godaan,,karna kekhilafan saya melakukannya"
Penanya (saya) : "Apakah anda tahu resiko resiko yang akan anda tanggung selanjutnya 

                           dengan melakukan hal tersebut"
Narasumber (J) : "Resiko,,yah paling disebut alay alay gitu mas"
Penanya (saya) : "Tidakkah anda berfikir bahwa anda bisa saja dibakar masa atas tindakan 

                           anda"
Narasumber (J) : "karna Galau mas?????"
Penanya (saya) : "Bukan Bego!"
Narasumber (J) : "karna Alay?"
Penanya (saya) : "TEPAT!!!"
. . .
Narasumber (J) : "Kira kira siapa yang mendorong atau yang memotivasi mas untuk
                           melakukannya?"
Penanya (saya) : "saya yang mewawancarai mas."
Narasumber (J) : "oh ya,maaf"
Penanya (saya) : "Kira kira siapa yang mendorong atau yang memotivasi mas untuk
                           melakukannya?"
Narasumber (J) : "Dia dia dia,,(nyanyi lagu nya mas Afgan)"
Penanya (saya) : "Siapakah gerangan yang anda maksud mas J???"
Narasumber (J) : "Gadis mas"
Penanya (saya) : "Kok bisa mas?"
Narasumber (J) : "Ya bisalah mas,namanya juga kepepet."
Penanya (saya) : "Jadi,mas memasang tarif berapa untuk shortime?"
Narasumber (J) : "Tergantung mas mau yg paket apa,ada paket hemat dan paket syariah juga."
. . .
Penanya (saya) : "Oke mas J, pertanyaan terakhir,seandainya mas J diperkenankan untuk 

                            untuk memilih waktu itu,,apakah mas J memilih untuk tetap melakukan 'Hal 
                            itu' (read galau) atau tidak melakukan 'Hal itu' (read galau)?"
Narasumber (J) : "Gak tau ya mas,,kenapa anda menjadi sangat kepo akhir akhir ini?"
Penanya (saya) : "saya rasa saat wawancara ini selesai,saya akan membunuh seseorang."
Narasumber (J) : "wah,,hebat mas itu,,boleh saya ikut?"
Penanya (saya) : ". . ."

Narator : Pada akhir pembicaraan,sang narasumber sudah berlumuran darah karna diduga dianiaya oleh seseorang,dengan menggunakan garpu dapur.

Oke,,kembali ke tulisan saya guys,,mari kita ambil contoh dari percakapan mereka,saya melihat ada yang ganjil dengan percakapan atau wawancara mereka,,apa kalian tahu??? ya benar,,mereka mereka belum kenalan.

Suatu pesan tersirat yang mampu kita petik dari Komitmen untuk tidak menulis hal yang berbau kegalauan adalah,saat kita mengingat seseorang,atau sesuatu yang kita rasa mengusik ketenangan jiwa kita dalam menjalani kehidupan,saat itu pula kita berpeluang tertawa untuk membuatnya lebih bermakna,walaupun di beberapa keadaan ada beberapa kegalauan yang tidak pantas untuk ditertawakan.semisal adalah saat kita memikirkan masalah dalam keluarga atau orang tua.

Yang jelas,saya owner blog sialan ini,memutuskan membuat pasal dan undang undang untuk tidak menuliskan hal hal galau galau gak jelas,,jika saja saya melanggar dan melakukan kebodohan untuk menuliskan sesuatu yang saya anggap galau galau tidak jelas,saya akan menghukum diri saya sendiri untuk melakukan Push up ditempat sebanyak 10x,,ingat 10x. Hukuman ini sudah cukup sangat berat untuk menjerat orang agar tidak melakukan pelanggaran pidana.

Sekian dan terimakasih untuk meluangkan waktu membaca segelintir paragraf ini.
thanks.

Ditulis Oleh : Jodi Setiawan // 12:41 PM
Kategori: