Tulisan ini terlahir dari belakang stir Hond* Revo inventaris perusahaan yang bertemu dengan jalan aspal kota Ngawi menuju Klaten,rutinitas senin pagi dengan dosis dua minggu sekali.
Gue ngerasa berkemudi tak hanya tentang menunggangi dan memasukkan,,,gigi persen persneling.
Ada makna kehidupan yang gue tangkap dari berkemudi,mulai dari mau nyalain mesin sampai turun di tempat tujuannya.
"Pemanasan diperlukan untuk mengawali aktivitas"
kalo mau berangkat naik motor biasanya dipanasin dulu motornya,dan itu sih sebenernya bukan secara harfiah supaya mesinnya panas,itu supaya oli nya naik ke mesin dan udah merata,,tinggal dibalik dan hidangkan.
Saat sampai dijalan,lo mungkin akan sedikit bermain main dengan gaya Valentino Rossi,lo ngerasa bahwa lo ditakdirkan menjadi Rossi ke 2 atau mungkin DNA mas Rossi ada pada diri lo,karna itu yang gue rasain terkadang kalo lagi mood naik motor.
"Jika ada yang memperlambat jalanmu,maka lewati saja"
sejujurnya gue kurang nyaman berkendara dibelakang bokong truk ataupun bis,atau mungkin orang,
gue selalu saja ingin nyalip,nyalip dan nyalip . karna gue ngerasa filosofi ini tepat ketika saat gue pengen progress usaha / kiat gue dalam mempersingkat waktu ataupun meraih sesuatu,selalu aja ada halangan yang memperlambat,semisal saat gue mau benerin pintu utama,gue minta bantuan anak toko buat pegangin pintu ,sekedar megangin aja,kerjaan yang cukup mudah bukan. Tapi dia malah kadang megangin sambil mainan hp,disini gue udah tau dia itu orang yang kayak apa,biasanya sih gue bilang,, "wes bro,gak sah mbok gocek i,wes gpp,tinggalen" (ya udah bro,gak usah dipegangin,udah gpp,tinggal aja),,setelah itu gue duduk,sambil ngumpat paling,,dalem hati.lalu gue coba kerjain langsung sendiri.
"Tak selamanya yang tangguh akan berkuasa,dia juga punya kelemahan yang menjadi kelebihan kita".
Jika ada yang penganugrahan 'siapa yang paling garang dan tangguh di jalan raya,jawabannya sudah pasti adalah BIS ANTAR KOTA JOGJA - SURABAYA', Mereka melaju layaknya bocah SMP yang menekuni NFS Most Wanted,,cukup tangguh,tapi bukan berarti dia tak ada kelemahan dan ketakutan,'macet' adalah musuh utama bis,disana Hond* Revo gue melenggang dengan amboinya menyelam ke sela sela macet, lantas bis??? biarkan mereka 'istirahat' disana untuk sementara.
"Disetiap peluang ada resiko,disetiap resiko ada peluang"
Resiko dan peluang adalah dua hal yang berkesinambungan,disegala kehidupan, nyalip enggak nyalip enggak nyalip enggak, terkadang beberapa kali gue sendiri pun juga sering menanyakan hal itu berulang saat akan menyalip bis ataupun truk,tapi seiring berjalannya waktu,jumlah pertanyaannya itu lambat laun berkurang,dan diambil alih oleh 'insting' untuk reflek dalam mengambil gerakan menyalip,jadi pada intinya selama kita tidak berani dalam mengambil keputusan dan resiko,ya selama itu pula kita ada dibelakang seseorang, bukan berarti harus menjadi sok berani dan tanpa perhitungan,yang jelas itu butuh proses dan perhitungan yang matang,dan jangan lupa pula berkendara yang aman.
Tulisan ini TIDAK mengajak lo untuk berkendara ugal ugalan dan sembrono,tapi gue sendiri cuma ingin sharing kita bisa belajar dari cara berkendara kita untuk sesuatu yang lebih baik,gue udah pernah kecelakaan,dan itu menjadi pembelajaran gue,untuk lebih memperhitungkan waktu pengereman dan fokus. gue harap lo semua mampu memperhitungkan segala tindakan dijalan raya untuk keselamatan diri sendiri,karna Safety First, utamakan sholawat,,sorry maksud gue utamakan selamat.
Home » bacaaku » Filosofi Berkemudi
