Friday, December 11, 2015

Terkadang Putus Asa Datang Dari Harapan Yang Terang

Setiap orang hidup punya Cita cita,tujuan,ambisi,ataupun Harapan,,memiliki semua itu adalah seperti lilin dalam kegelapan,menerangi dan menuntun kita dalam bertindak, setiap orang membuat suatu alasan aksi demi mencapi sebuah tujuan, beberapa orang berdoa dan berharap agar tujuan dan cita citanya menjadi hal yang nyata di kemudian hari.

Harapan mampu membangkitkan orang yang sedang sakit untuk berjalan keluar menemui seseorang yang dikasihinya,seorang bapak atau ibu yang mau mengais sampah demi uang spp sekolah anaknya,seorang,dan lain lain,,banyak pengorbanan yang telah merekah lakukan demi tercapainya suatu harapan yang mereka impikan.

Tapi saat 'Harapan' tumbuh dalam diri sendiri dan di impikan oleh diri sendiri tak melibatkan orang lain,maka dengan kata lain Harapan itu seperti nyata dalam diri sendiri dan tak tergambarkan di orang lain.

Misalkan saja seorang anak yang punya harapannya untuk diri sendiri,berkuliah ,menjadi sarjana,bekerja,memikat gadis yang dia cintai ,menikahinya lalu hidup ideal dengan gadis yang ia cintai yang kini telah menjadi kekasih sah nya. Mungkin itu bukan hanya harapan seorang anak remaja,tapi banyak anak remaja yang memimpikannya. tak salah memimpikannya,yang menjadi kesalahan fatal adalah memimpikannya tapi tak mampu mewujudkannya.

"Terkadang Putus Asa Datang Dari Harapan Yang Terang"  mari kita bedah makna di balik ungkapan baru yang terpikirkan setelah melalui serangkaian 'acara yang tidak sehat' pada malam ini.
'Putus Asa' mampu diartikan sebagai 'titik batas kemampuan yang tak mampu dilanjutkan' lalu apa yang dimaksud 'Harapan' tadi kita sudah membahas panjang lebar soal bagaimana harapan itu ada dan di aplikasikan dalam kehidupan tapi melewatkan artinya, jadi sebaiknya supaya lebih afdol diartikan saja sekalian yaitu 'Suatu deskripsi nyata dalam pemikiran yang ingin direalisasikan di waktu yang akan datang / keinginan' yaa,,saat kita menyinggung keinginan pasti semua orang banyak sekali punya keinginan ini itu dan lain lain,,tapi mari kita bedakan,,

Keinginan akan suatu adegan atau kejadian adalah Harapan,tapi ketika Keinginan itu terdeskripsi dalam suatu benda maka itu mungkin hanya bisa menjadi keinginan biasa.

Dan masuklah kita dalam maksud dari artikel ini,, terkadang seseorang punya angan angan yang melambung tinggi melampau kemampuannya dalam menggapainya (maksud saja jika itu dipikirkan secara rasional dan secara fakta) atau lebih mudahnya contohkan saja diri saya ini,
Banyak Harapan saya yang mungkin saat ini sudah sirna dan tak mampu kembali,,hehe,,tak mampu kembali yang berarti tak akan pernah mampu direalisasikan,,sudah melewati batas waktu yang ada,kemampuan yang sudah benar benar tak memadai,suatu nasib / takdir yang tak mengijinkan atau suatu hal dalam diri yang menghalangi terjadi,,saya sendiri pun tak tau apa penyebabnya,tapi ya sudahlah,,toh memang sudah begini adanya,,

Ketika saya sudah sampai pada kata-kata 'Toh memang sudah begini adanya' itulah saya sebuth 'Keputus Asaan',, Pendidikan,Karir,Asmara,Kehidupan Sosisal,Kepribadian,Finansial dan hal lainnya,, banyak yang sudah membuat saya kecewa atas itu semua,,atas harapan harapan tentang semua itu.

Strata Pendidikan semacam membuat saya mati kutu dibuatnya,tak mampu berkutik dengan hal yang sebenarnya saya mampu dan menjadi salah satu Harapan Saya,menghentikan semangat saya dalam menjadi sesuatu.ya okelah,biarlah Tuhan berencana Lain.

Kisah Asmara,semacam peran penting yang benar benar membuat kacau,Harapan - harapan kecil dibuatnya, memberi nilai kehidupan dalam berkarya,dalam berusaha,dalam berjuang dalam berbagai hal,namun sekarang,,lagi lagi, Harapan yang paling berpengaruh seperti enggan berkompromi dengan diri ini,,satu wanita enggan bersanding,dan memilih pergi dengan sang mantan,wanita lain tak ingin kehadiran saya,wanita lain benar benar enggan akan kehadiran saya,,dan beberapa wanita lain hanya seperti sesaat dalam pandangan,walaupun yang sebenarnya saya sendiri juga memang sedang tak bergairah dalam berasmara saat 2 kisah sebelumnya berlalu,,tapi lagi lagi saya sendiri harus berkata 
birlah Tuhan yang berencana,apalah daya manusia.

Kepribadian, Karakter yang ternyata juga berperan penting dalam Harapan dan Putus Asa,dia mampu bersanding dalam situasi apapun,,ketika tumbuh Harapan Kepribadian layaknya seorang Tuan Baik Hati berhati emas,dan saat Putus Asa tiba,Kepribadian hanya seonggok sampah tak berguna,rusak dan benar benar tak bernilai.

Terkadang harapan lah yang menghampiri dan mengajak kita siap dalam menghadapi putus asa,tapi harapan juga tak lupa membawa teman baiknya yaitu Kebahagiaan. Maka berbaik lah pada harapan biar dia hidup dalam sanubari mu,jangan kau segera matikan,karna dia masih menyimpan manis dalam selubung pahitnya.

Sometime hope always bring trouble,Surrender is better ways,,But remember it, Hope happen because something Beautiful, and you always Remember it.

thanks.

Ditulis Oleh : Jodi Setiawan // 10:41 AM
Kategori: