Wednesday, December 16, 2015

Berteman Boleh,Tapi Tak Usah Takut Sendiri

Hal yang membuat saya  resah untuk beberapa hari ini,melihat keadaan disekitar dan di beberapa sosial media,,sekarang bukan hal yang jauh,tapi yang dekat,,dan adalah tingkah polah mereka ,teman-teman saya,,kadang saya ingin memberi suatu penjelasan mengenai berteman yang sewajarnya dan tidak mencampur adukkan keinginan kita ataupun niatan kita terhadap teman.

Beberapa teman saya,teman sejawat,teman sekolah,teman baru,lama,dan teman – temanan yg biasa saja,,saya memandang mereka dengan tingkah polah mereka bersama teman teman mereka seperti ada yang ganjil untuk saya pribadi,,mereka seolah olah enggan atau takut berjalan sendiri dan bahkan mungkin seperti tak mampu hidup tanpa teman atau hal yang berbau dengan teman.

Oke,oke,,mungkin sampai disini udah banyak yang mencaci maki saya dan mencela saya,,dikira saya gak punya teman ataupun dikira saya anti sosial,hehe,,saya jelaskan Bukan,,teman saya banyak,karna pada dasarnya saya suka berkomunikasi,TAPI,,saya sedikit kurang nyaman dengan pergaulan yang tidak membuat saya tertarik,,entah itu sifat saya atau memang apa,,berarti saya bisa dibilang Antisosial???? Belum tentu,,anti sosial mereka pada umumnya jika disapa tiba tiba oleh sosial masyarakat atau dengan seseorang mereka akan gugup atau nerveous,karna mereka tidak bisa melakukan hal semacam itu,
kalo saya saat ini mungkin jauh dengan hal itu,,la wong kerjaan saya aja tiap hari komunikasi gonta ganti orang disetiap toko,melibatkan banyak orang dan lain lain,jelas saya biasa saja untuk hal komunikasi dengan seseorang atau orang asing,dengan gaya percaya diri dan tamvan tentunnya,

Jadi posisi saya disini bukanlah introvert ataupun seorang antisosial,tetapi hehe,,sejujurnya saya lebih nyaman dengan kesendirian dan suka  asik sendiri,,mungkin CUEK yang lebih ngeh ke diri saya saat ini,kalaupun ada orang yg nanya dengan antusias saya jawab,kalopun enggak ya biarin aja kalo gak kenal,,gak kenal disini maksud saya di tempat umum saat saya melakukan sesuatu. Ya beda lagi kalo gak kenal tapi sebenarnya kita diharuskan kenal,misalnya teman kerja atau tetangga.
Oke,sedikit sudah paham saya kan,,intinya saya adalah orang yang lebih nyaman jika saya dicuekin orang,soalnya saya juga hobi nyuekin orang,,so impaslah,,tapi saya tau ini juga kurang baik,,ya nanti kalo mau akan saya perbaiki,,haha,,kalo mau,

3 Paragraf kurang penting sudah anda baca soal posisi saya di artikel ini,jadi sekali lagi saya bukanlah introvert atau antisosial yang seperti anda pikirkan,tapi saya Cuma orang yang cuek,tapi bukan berarti tidak memperhatikan disekitar.
Kembali ke pokok Kegelisahan,Ada beberapa teman ya mungkin malah kebanyakan mereka seperti takut untuk melangkah berjalan sendiri memulai kehidupannya,kehidupan mereka seperti hanya mampu membanggakan ‘bahwa mereka tidak sendiri,dan mereka punya banyak teman’,,kadang itu membuat saya sendiri tertawa,, hal semacam itu saja dibangga banggakan sampai dibuat DP di BBM ataupun di Publikasi pada khalayak luas,,kampungan!! Haha,,ya mbok biasa ajalah kalo berteman itu,yang punya teman juga gak sampean aja keles,,

Ada kasus cukup menggelitik pikiran saya dan hasrat saya,karna mereka dua duanya cukup aneh menurut saya,Kasusnya sih seperti ini,ada dua teman (laki laki semua),sebut saja A dan B, sebelumnya berteman akrab seperti tak terpisahkan layaknya sepasang kekasih,lalu singkat cerita A pergi untuk bersekolah / berpendidikan ke luar kota,,sedangkan B ‘sedang tidak dalam pendidikan atau pekerjaan’ ,keadaan A dulu juga seperti itu,,mungkin saya mengerti bagaimana pertemanan itu terjadi dengan situasi yang sama, yah saya sendiri juga pernah mengalami situasi ‘Menganggur’ kok.

Lanjutnya,Si A sekarang seakan menemukan teman baru,bahkan mungkin banyak menemukan teman baru di tempat yang baru,,ya itu bagus menurut saya,,tapi kesalahannya adalah si A ini seakan akan pamer di sosial media bahwa dia begitu bangganya punya ‘teman baru’. Nah,,ya kalo menurut saya sih,teman itu untuk orang yang diajak berdiskusi saat bersama,atau bertukar pikiran,bukan buat dipamerin di sosial media,,dan itu sedikit menyinggung perasaa si B mungkin,karna sedikit sensi untuk urusan ‘teman’.

Singkat cerita lagi,si B sepertinya tidak suka dengan kelakuan si A,,seolah olah si A melupakan teman lama dan seperti tak memerlukan si B lagi,si B pun juga salah,,karna menanggapi pertemanan yang terlalu berlebihan,,ya biarlah si A mencari kehidupannya sendiri,kita harusnya mampu mencontoh si A untuk mau berubah dan beranjak untuk kehidupan yang baru,si A pun mungkin tidak bermaksud meninggalkan,tapi memang dia ada niatan untuk merubah kehidupannya yang saat ini dirasa kurang tepat olehnya.
Kesalahan mereka berdua sebenarnya bisa dibagi rata 50:50, si A yang seperti kulit lupa kacangnya,,dan si B yang menanggapinya terlalu mendalam, ya tapi Si B pun berhak merasa ditinggalkan,karna mungkin si A sudah tak bisa lagi menemaninya di saat dia butuh teman.

NAH DISINILAH POKOK INTINYA,,MEREKA ADALAH CONTOH KECIL DARI TAKUTNYA INDIVIDU AKAN BERJALAN SENDIRI.

Banyak yang mengatakan ‘teman itu segalanya’ ,,dan itu adalah kata kata salah yang pernah orang sebutkan atau ucapkan,karna kalau diartikan,,’ segalanya tak bisa tanpa teman’ dan itu kan bahaya,,mau boker kalo gak ada yang nemenin disamping gak bisa boker,,mau adegan malam pertama gak ada teman disamping gak bisa,,mau sakarotul maut kalo gak ada temen disamping gak jadi sakarotul maut,,

Berteman boleh,tapi asalkan kita bisa memporsikan hal hal yang berhubungan dengan jalan hidup kita dan hal hal yang masih bisa dibagikan dengan teman,,tidak semua hal yang kita tau berhak diketahui oleh teman,karna itu juga membuat resiko kita,tapi ya sudahlah itu hak anda anda semua,
tapi yang jelas,tidak usah terlalu bangga mempunyai  teman saat ini,karna pada waktunya teman anda juga punya kehidupan baru,hal hal baru yang perlu diurus dan pribadi dan pastinya anda tidak akan terlibat,,jadi mulailah beranikan diri anda untuk berjalan sendiri,beradaptasi dengan iklim sosial yang ada,karna saya seorang lelaki maka saya tak takut untuk berjalan sendiri menyusuri rimba kehidupan,toh saya nanti akan berumah tangga sendiri dengan calon istri saya,,tapi yang baik adalah saya tidak melupakan anda sebagai teman saya,mengingat jasa jasa anda bahwa anda pernah menjadi teman saya,yang tentunya akan juga saya balas dengan pertemanan sewajarnya seumur hidup,dan bukan hanya persahabatan sesaat.

Thanks For Reading,.

Ditulis Oleh : Jodi Setiawan // 11:04 AM
Kategori: